IPW Menilai Polri Langgar Prosedur dalam Kasus Penembakan FPI

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane | Istimewa

BERITARADIODSK.COM - Kasus kematian anggota fpi (Front Pembela Islam) pengawal Rizieq Shihab  di KM 50 Tol Cikampek, menuai tanggapan dari Indonesia Police Watch (IPW).

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane meminta Polri sebagai aparatur negara yang Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya) menyadari bahwa terjadi pelanggaran SOP (Standard Operating Procedure) dalam kejadian tersebut.

Ia juga berharap komnas ham dan Komisi III DPR mau mencermati pelanggaran SOP yang menyebabkan terjadinya pelanggaran HAM dalam kematian 6 anggota fpi tersebut.

Baca Juga :

"Pelanggaran SOP itu membuat aparatur kepolisian melakukan pelanggaran HAM, ipw berharap Mabes Polri mau mengakui adanya pelanggaran SOP tersebut," ujar Neta dalam siaran persnya, Senin 14 November 2020.

Neta menyebutkan setidaknya ada tiga pelanggaran SOP yang dilakukan anggota Polri jika mengacu pada hasil rekonstruksi yang diumumkan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono atas kematian enam anggota FPI.

Artikel Pilihan

Berita Lainnya

Konten Rekomendasi

loading...

Berita Radio Network